Zhi3pisces’s Blog











{Agustus 14, 2009}   XI IPA 1 (good bye ArchEi_Da One)

Hmm,,,akhirnya ketemu agy selama berbulan-bulan gag p0sting, bru kale ney.
Setelah akhirnya qUwh naEk kelaZ, qUwh langsung menduduki kelas yang qUwh tunggu2. Masuk kelaZ
IPA adalah impian qUwh. (meskipun agag bingund mau masuk jurusan apa…) just Kidding.

Tapii qUwh juga merasa sedih, karena harus meninggalkan teman2 qUwh di kelaZ X-4 (ArchEi_Da 0ne) SMAPA proLinx. kelaZ yang sangat membanggakan dan selalu dipuja-puji oleh guru2 sampek tukang kebun, ^_^ wakakakakaa.. kekompakan ArkEdaWan (arek2 sedoso sekawan) tidak tertandingi deh… y0 paNcen.
(ckupp ea buat X-4).

arkedawan

AssÝikK
Nah,, di kelas XI IPA 1 CLUSTERIOUSZAA…gokil-gokilz abiZ… gila2an. Kelas IPA yang begitu heboh dan RaMee bgtzr… paling terkenal kelas “anti mati gaya” ehh “anti Diemm”. Pokoknya lu akan terhibur sepanjang masa… ciehh.
Karena qUwh anak SMA mka nikmatin sisa2 masa SMA mu dengan:
30% main
40% ketawa bReng temen
10% pCaran
20% belajar seriuz
Yupz… begitu kutipan zMz yang qUwh dpet dari anak2 putih abu-abu.
Ketika membaca zMz nie,,agak sUrEm sech… tpii namaNya juga zMz provokasi. EGP

(so,,good bye ArchEi_Da 0ne and Welcome to ArPa_Jhi)

Iklan


{Maret 10, 2009}   Pilih mana….???

Pilih mana….???

Pahlawan vs idola

Jika Anda mendengar kata ‘pahlawan’, siapakah yang akan segera muncul dalam pikiran Anda? Apakah Anda teringat dengan foto-foto Jenderal Sudirman, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, atau
Pattimura yang tergantung berderet di ruang kelas kita waktu sekolah ???

Namun, kalau kita menengok ke dalam hati dan pikiran kita, sebenarnya jika kita mengingat nama-nama para pahlawan nasional yang kita dengar saat sekolah, kita malah menganggap kisah mereka seperti
dongeng atau hanyalah kisah sejarah yang sama sekali tidak memiliki ikatan emosional dengan kita.

Inilah sebabnya mengapa hari-hari ini kita sulit sekali mengidentifikasikan sosok pahlawan dalam hidup kita. Bahkan jika kita bertanya kepada generasi muda hari ini, mungkin mereka akan menjawab bahwa pahlawan mereka adalah para artis atau penyanyi band yang sangat mereka puja-puji.

Sekarang kita semakin sulit membedakanantara pahlawan dan idola. Mungkin kita menganggap orang yang kita idolakan dan kita puja-puji sebagai pahlawan. Padahal, antara pahlawan dan idola jelas memiliki perbedaan yang mencolok.

Ex:

Saya sangat mengagumi sosok Muhammad Hatta yang rendah hati, cerdas,
terpelajar, tidak mengejar kekuasaan, tidak menyalahgunakan
kekuasaannya meski memiliki kesempatan, dan selalu memikirkan
kepentingan bangsa dan rakyat di atas kepentingannya sendiri.
Muhammad Hatta selalu bertindak atas dasar prinsip-prinsip
kebenaran, bukan atas dasar kepentingan pribadinya.

Dari contoh kecil ini, kita bisa simpulkan karakteristik kepahlawanan yang bisa kita hidupi adalah keberanian mengambil pilihan (choice) dan tindakan (action) dengan mengedepankan nilai-
nilai yang benar (correct values). Inilah yang membuat para pahlawan memiliki pengikut setia yang juga
mengidolakan mereka, tetapi tidak semua idola bisa menjadi pahlawan yang dikenang sepanjang masa.


Sebuah survei pernah dilakukan di AS terhadap para siswa sekolah.
Mereka ditanya siapakah yang mereka anggap sebagai pahlawan.

Lima puluh tahun yang lalu pertanyaan ini pernah diajukan kepada siswa sekolah dan jawaban mereka adalah nama-nama para presiden dan para pejuang nasional yang banyak membawa perubahan hidup bangsa AS.

Namun, setelah 50 tahun berlalu, ketika pertanyaan yang sama diajukan kepada kelompok masyarakat dengan usia dan profesi yang sama, jawaban yang dihasilkan sungguh sangat mencengangkan. Mereka menyebutkan nama-nama artis Hollywood dan para penyanyi terkenal sebagai pahlawan mereka.

Jangan-jangan fenomena yang sama akan kita dapatkan jika kita melakukan survei ini kepada siswa-siswi di Indonesia.

hmm…. Ingatlah tidak semua idola bisa menjadi pahlawan yang dikenang sepanjang masa seperti halnya para pejuang tanah air Indonesia.



{Februari 21, 2009}   ABORSI REMAJA

Remaja merupakan asset berharga yang diharapkan bisa memajukan bangsa untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang di dunia internasional. Namun akhir-akhir ini sebuah kontroversi baru melanda dunia remaja saat ini sebut saja “ABORSI”. Aborsi merupakan pengeluaran hasil konsepsi (sel telur yang dibuahi) sebelum janin hidup di luar kandungan. Dari data yang diperoleh kebanyakan aborsi dilakukan oleh para remaja yang berumur 19 tahun kebawah.

Banyaknya aborsi bermula dari sebuah pergaulan bebas. Dalam hal ini kita tidak boleh menyalahkan sepenuhnya kepada remaja saja, kita harus tengok ke belakang dimana peran tua juga sangat berpengaruh. Dari sebagian kasus aborsi dinyatakan awal remaja terjerumus pergaulan bebas karena orang tua yang tidak peduli kepada si anak. Para orang tua hanya memikirkan materi saja. Hal ini pasti membuat si anak salah memilih pergaulan karena tidak adanya pengawasan atau perhatian dari orang tua mereka. Para remaja yang melakukan aborsi berpendapat aborsi termasuk solusi jangka pendek yang praktis dan sederhana, selain itu mereka melakukan aborsi ini karena berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga dimana lebih baik janin yang berasal dari orang tua kurang mampu,masih remaja atau hasil perkosaan di aborsi, dari pada nantinya tidak mendapat kasih saying atau perawatan yang memadai. Apapun alasan mereka seperti yang kita tahu aborsi merupakan hal melanggar hukum dan dapat berdampak pada kematian. Selain itu,aborsi dapat membuat masa depan remaja hancur dan sia-sia.

Oleh karena itu,kita sebagai remaja tidak boleh terjerumus oleh hal-hal yang dapat membuat kita masuk ke dalam pergaulan bebas karena masih banyak lagi hal-hal lain dapat kita lakukan dan lebih bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain apalagi remaja sekarang tingkat kreativitasnya dan bakatnya luar biasa…

Lalu mengapa harus free seks??? Apalagi aborsi???. Selain untuk remaja kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya terutama dalam segi pergaulan.



et cetera