Zhi3pisces’s Blog











{Agustus 28, 2009}   sMs provokasi

allow gUys… ketemu agy dengan ZHIE di postingan kale niy… postingan ni terinspirasi dari sebuah zMz yang dikirim teman2 qUwh.
nich smsNya,,, baca,simak,teliti…….

MALAYSIA FUCK OFF!

Mri Q-ta gnti nma malaysia dgan “MALING ASIA”

Sebrkan sMs ni ke cmw nomr d HP mu.

bwt pa arti puLsa dri pd harga diri INDONESIA d injak2.

MERDEKA….!!!

Hy,,s0bat. apa yang terpikir dalam benakmu???
“Rasa cinta tanah airkah??? ato hanya zMz provokasi yang bertujuan untuk mempengaruhi Q-ta berbuat anarkis??? ato hanya zMz biasa yang mengandalkan polling saja???”

hmm,,,paiah. teknologi memang sangat maju. tapi apa hanya dengan tindakan itu kita mampu membuktikan bahwa Q-ta cinta tanah air… Memangnya cinta tanah air bisa dibuktikan lewat zMz…???

qUwh sebagai anak SMA tidak berfikir sampai di sana aja… jika lebih memahami zMz itu, isinya sangat mengarah pada tindakan anarkis dan zMz yang berbau provokasi. Seharusnya Q-ta menghargai bangsa lain.

bukankah banyak cara untuk membuktikan rasa cinta Q-ta pada Indonesia???
sebagai rakyat Indonesia, Q-ta harus memiliki rasa Nasionalisme yang tinggi dan mampu mengharumkan nama bangsa.
“Cinta tanah air???” maka jangan lanjukan hal seperti ini agy.
jaya bangsa INDONESIA.



{Februari 21, 2009}   ABORSI REMAJA

Remaja merupakan asset berharga yang diharapkan bisa memajukan bangsa untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang di dunia internasional. Namun akhir-akhir ini sebuah kontroversi baru melanda dunia remaja saat ini sebut saja “ABORSI”. Aborsi merupakan pengeluaran hasil konsepsi (sel telur yang dibuahi) sebelum janin hidup di luar kandungan. Dari data yang diperoleh kebanyakan aborsi dilakukan oleh para remaja yang berumur 19 tahun kebawah.

Banyaknya aborsi bermula dari sebuah pergaulan bebas. Dalam hal ini kita tidak boleh menyalahkan sepenuhnya kepada remaja saja, kita harus tengok ke belakang dimana peran tua juga sangat berpengaruh. Dari sebagian kasus aborsi dinyatakan awal remaja terjerumus pergaulan bebas karena orang tua yang tidak peduli kepada si anak. Para orang tua hanya memikirkan materi saja. Hal ini pasti membuat si anak salah memilih pergaulan karena tidak adanya pengawasan atau perhatian dari orang tua mereka. Para remaja yang melakukan aborsi berpendapat aborsi termasuk solusi jangka pendek yang praktis dan sederhana, selain itu mereka melakukan aborsi ini karena berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga dimana lebih baik janin yang berasal dari orang tua kurang mampu,masih remaja atau hasil perkosaan di aborsi, dari pada nantinya tidak mendapat kasih saying atau perawatan yang memadai. Apapun alasan mereka seperti yang kita tahu aborsi merupakan hal melanggar hukum dan dapat berdampak pada kematian. Selain itu,aborsi dapat membuat masa depan remaja hancur dan sia-sia.

Oleh karena itu,kita sebagai remaja tidak boleh terjerumus oleh hal-hal yang dapat membuat kita masuk ke dalam pergaulan bebas karena masih banyak lagi hal-hal lain dapat kita lakukan dan lebih bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain apalagi remaja sekarang tingkat kreativitasnya dan bakatnya luar biasa…

Lalu mengapa harus free seks??? Apalagi aborsi???. Selain untuk remaja kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya terutama dalam segi pergaulan.



{Februari 19, 2009}   Aksi anarki para Pelajar

Di zaman modern sekarang ini, semenjak ilmu pengetahuan telah berkembang dengan pesatnya, terutama teknologi,psikologi dan ilmu pendidikan. Ternyata masih banyak kasus perkelahian (tawuran) antar pelajar.. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi.

KLO berani satu lawan satu!!! Itu ungkapan spontan yang dikeluarkan para remaja sebelum tawuran antar-pelajar, mahasiswa .Sebenarnya itu bukan hal baru . bahkan diantara banyak kasus Penganiayaan itu lebih beken disebut salah satu tindakan penggencetan. Penggencetan itu sendiri tidak hanya dilakukan dengan kontak fisik, tapi bisa hanya dengan teguran keras, atau teror lewat sms atau media lainnya. Perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam dua jenis delikuensi, yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situsional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada dalam satu geng atau organisasi. Di sini ada norma, aturan, dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti anggota termasuk berkelahi.

Perkelahian adalah merupakan suatu penyakit dalam masyarakat dan mengenai perkelahian antar pelajar tingkat SLTA yang mana akibatnya tidak hanya mengganggu bagi keamanan dan ketertiban umum melainkan juga membahayakan bagi pelajar itu sendiri. Apabila tidak segera mendapatkan perhatian dan penanggulangannya maka dampaknya akan lebih buruk lagi. akibat-akibat yang ditimbulkan dari perkelahian antar pelajar itu adalah perkelahian dikalangan pelajar merupakan suatu tingkah laku yang tidak pantas bagi seorang pelajar dan tingkah laku itu merupakan penyimpangan dari tingkah laku seorang pelajar. dan akibat bagi keluarga akan menimbulkan problema bagi keluarga atau orang tuanaya berupa : teguran dari pihak pimpinan sekolah dan warga masyarakat sekitarnya serta peringatan dari pihak kepolisian. Dan dapat membawa nama baik sekolah tercemar.


” Remaja adalah usia transisi. Seorang individu, telah meninggalkan usia anak-anak yang lemah dan penuh kebergantungan, akan tetapi belum mampu ke usia yang kuat dan penuh tanggung jawab. Semakin maju masyarakat semakin panjang usia remaja, kaerna ia harus mempersiapkan diri untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat yang banyak syarat dan tuntutannya.”


Oleh karena itu, Seseorang harus pandai menyesuaikan diri atau dapat berempati dan mulai memotivasi diri. Sehingga dapat bereaksi secara wajar dan normatif, dibiasakan untuk menerima orang lain, tahu dan mau mengakui kesalahannya. misalnya dalam keluarga, hal yang paling penting diperhatikan orang tua, menciptakan suasana demokratis dalam keluarga. Sehingga remaja dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan saudara. Dalam hal lingkungan, pengenalan lingkungan lebih luas dari keluarga. kepribadian, diberikan penanaman sejak dini, nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal fisik seperti materi dan penampilan. Rekreasi, pergaulan dengan lawan jenis, pendidikan, persahabatan dan solidaritas kelompok.

dengan cara itu remaja tidak akan terkejut menerima kritik atau umpan balik dari sekitar, mudah bersosialisasi, memiliki solidaritas tinggi, diterima di lingkungan lain. Sehingga akan mampu membantu menemukan dirinya sendiri dan mampu berperilaku sesuai norma yang berlaku, dan tidak melakukan aksi anarki.



et cetera